APLIKASI WEB DAY 6 (Pengenalan PHP dan Elemen Dasar PHP) 2 I. Pengantar A. Konsep Multi Tier Application Aplikasi internet berbasis web, yang akan kita kembangkan dalam pelatihan ini, adalah salah satu penerapan multi tier application. Multi tier application adalah aplikasi yang dibagi menjadi beberapa bagian yang menjalankan fungsi masing-masing. Secara umum, ada tiga bagian utama dari multi tier application: Client side presentation Server side business logic Backend storage Client Side Presentation Client side presentation mengatur bagaimana aplikasi berinteraksi dengan user. Yang dimaksud dengan interaksi antara lain adalah: bagaimana data ditampilkan, bagaimana fungsi dan fitur aplikasi ditampilkan. Dalam aplikasi berbasis web, client side presentation dibuat dengan bahasa HTML, CSS, dan JavaScript. Beberapa tool yang digunakan untuk membuat client side presentation diantaranya Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver, dan sebagainya. Client side presentation berbasis web contohnya adalah tampilan aplikasi email yang kita buka dengan browser. Server Side Business Logic Server side business logic, sering disebut juga middle tier, adalah bagian yang bertanggung jawab atas cara kerja aplikasi. Di dalamnya kita mengatur bagaimana fungsi dan fitur aplikasi dapat bekerja dengan baik. Dalam aplikasi berbasis web, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan, ditentukan oleh jenis platiform yang digunakan. Alternatif ini akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya. 3 Back End Storage Bagian ini mengatur cara penyimpanan data. Penyimpanan data merupakan materi yang cukup kompleks dalam pembangunan aplikasi. Karena kecepatan, keutuhan, dan keamanan data merupakan faktor kritis dalam aplikasi. Ada banyak solusi database yang tersedia di pasaran. Pada umumnya, database yang digunakan bertipe relasional (Relational Database Management System – RDBMS). Manajemen data dilakukan dengan bahasa SQL (Standard Query Language). B. Perbedaan Web Based Programming dengan System Programming Pembuatan aplikasi berbasis web berbeda dengan pembuatan aplikasi berbasis windows (visual programming), misalnya Visual Basic, Delphi, atau KDevelop. Dalam visual programming, kita meningkatkan kecepatan dan kinerja aplikasi dengan mengoptimasi penggunaan memori, manajemen proses, dan pengaturan Input-Output. Pada pemrograman berbasis web, faktor yang menentukan kinerja aplikasi adalah kecepatan akses database dan kecepatan akses jaringan dan internet. Perbedaan kedua, adalah cara aplikasi berjalan. Pada aplikasi visual, aplikasi dibangun dengan menggunakan tool tertentu, kemudian dikompilasi. Hasilnya dapat langsung digunakan dalam komputer. Aplikasi berbasis web tidak dapat dijalankan langsung di komputer. Untuk menjalankannya, dibutuhkan engine tertentu, dalam hal ini web server. C. Teknologi Alternatif Teknologi server side yang akan kita pelajari pada modul ini adalah PHP. Walaupun demikian, perlu diketahui teknologi alternatif yang dapat menjadi bahan pertimbangan. CGI Script CGI Script dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman, misalnya Perl atau Phyton. Teknologi ini pernah sangat populer di masa awal berkembangnya web based application. Tetapi saat ini banyak 4 ditinggalkan orang karena tidak efisien, tidak fleksibel, dan keamanannya rendah. Proprietary API Teknologi ini adalah bahasa pemrograman yang disediakan masingmasing webserver, misalnya ISAPI atau NSAPI. Teknologi ini memiliki kelemahan, yaitu hanya dapat berjalan di webserver tertentu, sehingga mengurangi portabilitas. ASP Merupakan solusi server side programming dari Microsoft. Teknologi ini banyak digunakan oleh para programmer yang berlatar belakang Visual Basic. Database pasangannya adalah MS SQL Server. Operating system pasangannya adalah Window 2000 Server yang menjalankan webserver Microsoft IIS. JavaServlet/JSP Teknologi server side Java. Mempunyai banyak keunggulan dan kemudahan pemrograman. Tetapi karena murni berorientasi objek, banyak programmer pemula kesulitan menggunakannya. Selain itu, Java juga adalah bahasa pemrograman yang relatif rumit bagi pemula. Keunggulannya, sangat portabel. Dapat dipindahkan dengan mudah dari Windows ke Unix dan sebaliknya. ColdFusion Bahasa pemrograman ini mirip dengan HTML, menggunakan tag untuk membentuk blok-blok programnya. PHP Banyak digunakan oleh programmer berlatar belakang C/C++ karena kemiripan syntaxnya. Open source, karenanya gratis dan bebas. Database pasangannya biasanya MySQL, dijalankan bersama webserver Apache di atas operating system Linux. Semuanya gratis dan bebas. 5 II. Hello World Dalam bagian ini, kita akan membuat kode program sederhana untuk menunjukkan bagaimana aplikasi PHP bekerja. Kita membutuhkan satu file yang akan kita namakan welcome.php A. Source code File welcome.php akan berisi tiga baris kode sebagai berikut : <? echo(“Hallo user .. !”)); ?> B. Compile Kode program pada umumnya akan mengalami proses kompilasi setelah source code selesai dibuat. Tetapi karena PHP adalah interpreted language, kita tidak perlu mengkompile kode ini. C. Deploy Untuk mendeploy, copy file welcome.php ke dalam folder percobaan yang telah disiapkan pada bagian instalasi di atas. D. Error message Kode di atas akan mengalami error, karena kita terlalu banyak menulis tanda ). Pesan error akan muncul di layar, menunjukkan lokasi error pada kode, dan tipe errornya. E. Output Perbaiki kode welcome.php sehingga menjadi seperti berikut ini: <? echo(“Hallo user .. !”)); ?> kode akan dapat dijalankan dengan baik dan menghasilkan output sebagai berikut : 6 7 III. Statement dan Comment A. Statement Statement adalah satuan perintah dalam PHP. Statement harus diakhiri dengan tanda semicolon/titik-koma (;). Contoh statement : echo(“hello user … !”); Contoh lainnya : echo(“4 + 5 = ” . 4+5); B. Expression Expression adalah satu bagian kecil kode yang akan dihitung hasilnya oleh php. Contoh expression : 4 + 5 Penggunaan expression : echo(“4 + 5 = ” . 4+5); C. Comment Comment adalah bagian dari kode yang tidak dieksekusi/dijalankan. Comment dibuat untuk memperjelas atau memberi keterangan pada kode program. Ada dua cara menulis comment : comment satu baris dan comment banyak baris. Comment satu baris dibuat dengan menggunakan tanda //. Semua statement yang ada di kanan // tidak dijalankan oleh interpreter. Contoh penggunaan: echo(“4 + 5 = ” . 4+5); // menampilkan hasil 4 + 5 Comment banyak baris dibuat dengan menggunakan pasangan /* dan */. Semua tulisan yang dibuat di antara tanda tersebut tidak akan dieksekusi oleh interpreter. Contoh penggunaan : 8 /* kode ini akan menampilkan hasil dari 4 + 5 */ echo(“4 + 5 = ” . 4+5); 9 IV. Variabel dan Tipe Data Variabel digunakan sebagai tempat penyimpanan data sementara. Data yang disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi. Untuk penyimpanan data yang permanen, kita dapat menyimpan data di database atau di disk. Silahkan mengacu pada Akses Database untuk mendalami penggunaan database, dan Akses File dan Folder untuk penyimpanan data di filesystem. Variabel di PHP diawali dengan tanda $. Untuk dapat menggunakan variabel, ada dua langkah yang harus dilakukan, deklarasi dan inisialisasi. A. Deklarasi variabel Deklarasi variabel bisa disebut juga memperkenalkan atau mendaftarkan variabel ke dalam program. Dalam php, deklarasi variabel seringkali digabung dengan inisialisasi. Variabel dalam PHP dinyatakan dengan awalan $. Contoh : $namaPembeli $jumlahBarang $harga Ada beberapa aturan yang diikuti berkenaan dengan penggunaan nama variabel. Aturan pemberian nama variabel : Dimulai dengan tanda $ Karakter pertama harus huruf atau garis bawah ( _ ) Karakter berikutnya boleh huruf, angka, atau garis bawah. B. Inisialisasi variabel Inisialisasi variabel adalah mengisi nilai untuk pertama kalinya ke dalam variabel. Contoh inisialisasi : 10 $namaDepan = “Endy”; $namaBelakang = “Muhardin”; $jumlahBarang = 3; $harga = 1000; C. Tipe data Dalam bahasa pemrograman yang lain, ada bermacam-macam tipe data, misalnya integer(bilangan bulat), float(bilangan pecahan), char(karakter angka dan huruf), string(kumpulan huruf atau kata), dan berbagai tipe lainnya. PHP mengenal dua tipe data sederhana; numerik dan literal. Ditambah dengan dua tipe data yang tidak sederhana, yaitu array dan object. Tipe Numerik dapat menyimpan bilangan bulat. PHP mampu menyimpan data bilangan bulat dengan jangkauan dari -2 milyar sampai +2 milyar. Contoh bilangan bulat: 3, 7, 20. Selain itu, tipe numerik juga digunakan untuk menyimpan bilangan pecahan Tipe literal digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf, kata, dan angka. Tipe boolean, yang dikenal dalam bahasa program yang lainnya, tidak ada dalam PHP. Untuk menguji benar salah (true false), kita menggunakan tipe data yang tersedia. FALSE dapat digantikan oleh integer 0, double 0.0 atau string kosong, yaitu “”. Selain nilai itu, semua dianggap TRUE. Variabel dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data. Misalnya data numerik yang dapat dioperasikan secara matematika. Contoh : $jumlahBarang = 3; $harga = 1000; $pembayaran = $jumlahBarang * $harga; pada contoh di atas, variabel pembayaran akan menyimpan nilai 3000. Sedangkan data non numerik (disebut juga data literal) tidak dapat dioperasikan secara matematika. Contoh : $nama = $namaDepan + $namaBelakang; 11 variabel nama akan menyimpan gabungan dari dua variabel, yaitu “Endy Muhardin”. Secara umum, data literal ditandai dengan pasangan “ dan “. Data numerik tidak dikelilingi oleh “ dan “. Tetapi biasanya PHP akan secara otomatis mengubah tipe data sesuai kebutuhan. Contoh : $jalan = “Gubeng Kertajaya”; $noRumah = 29; $blok = 4c; $jumlahPenghuni = 3; $alamat = $jalan + $noRumah; $hasil = $noRumah + $jumlahPenghuni; $hasilAneh = $blok + $noRumah; Pada sampel kode di atas, variabel alamat akan menyimpan nilai Gubeng Kertajaya 29. PHP secara otomatis mengubah tipe data variabel noRumah (numerik) menjadi literal. Variabel alamat akan bertipe literal. Variabel hasil akan menyimpan nilai 32, yaitu penjumlahan dari 29 dan 3. Perhatikan, konversi otomatis ini kadang berjalan secara tidak semestinya. Ini dapat dilihat dari variabel hasilAneh yang akan menyimpan nilai 7. PHP mengambil nilai numerik dari variabel blok, yaitu 4, kemudian menambahkannya dengan isi variabel jumlahPenghuni. Hasil akhirnya adalah 4 + 3, yaitu 7. D. Passing Variable Variabel dapat di-passing atau diteruskan ke halaman web berikutnya yang diakses user. Ada beberapa teknik untuk meneruskan variabel, diantaranya : Melalui URL Melalui Form Melalui Cookie URL Variabel diteruskan melalui URL dengan format sbb 12 [alamat web]?var1=nilai1&var2=nilai2 Misalnya, untuk memberikan variabel $nama berisi “Endy” dan $alamat = “Surabaya” ke welcome.php, kita akan menulis : welcome.php?nama=Endy&alamat=Surabaya Di kolom address pada explorer. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut. Variabel ini dapat diakses di script welcome.php dengan cara sebagai berikut : <? echo(“Variabel \$user berisi : $user”); echo(“Variabel \$alamat berisi : $alamat”); ?> Form Cara lain untuk mengirim kedua variabel tersebut adalah dengan menggunakan form dengan kode sebagai berikut : <html> <head> <title>Passing Variable</title> </head> <body> <form method=”POST” action=”welcome.php”> <p>Nama : <input type=”text” name=”nama”></p> <p>Alamat : <input type=”text” name=”alamat”></p> <p><input type=”submit” value=”Submit” name=”B1″></p> </form> </body> </html> 13 dan tampilan sebagai berikut : form tersebut akan diproses oleh file welcome.php Cookie Penggunaan cookie akan dibahas pada bagian tentang session. 14 V. Operators Operator digunakan untuk memanipulasi nilai suatu variabel. Variabel yang nilainya dimodifikasi oleh operator disebut operand. Contoh penggunaan operator misalnya 13 – 3. 13 dan 3 adalah operand. Tanda “-” disebut operator. Untuk kemudahan penjelasan, operator diklasifikasikan menjadi : Arithmetic Operator Assignment Operator Comparison Operator Logical Operator Lain-lain A. Arithmetic operator Arithmetic Operator digunakan untuk melakukan perhitungan matematika. Misalnya $a = 5 + 3; Operator “+” berfungsi untuk menambahkan kedua operand (5 dan 3). Ada beberapa arithmetic operator, yaitu : + : penjumlahan - : pengurangan * : perkalian / : pembagian % : nilai sisa pembagian Contoh penggunaan : Buatlah dua file berikut : operator.htm 15 Komponen Nama Variabel TextField kiri operand1 TextField kanan operand2 Operator op Action hasilArithmetic.php operator.php <? $perhitungan = $operand1.$operator.$operand2; eval(“\$hasil = $perhitungan;”); echo(“Hasil Perhitungan : “); echo(“<b>”); echo($hasil); echo(“</b>”); ?> B. Relational operator Relational operator digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE berarti benar, dan FALSE berarti salah. Beberapa jenis relational operator : == : memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan operand kiri > : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar daripada operand kanan 16 < : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan operand kanan >= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan operand kanan <= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan operand kanan != : memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama dengan operand kiri Untuk mengetahui cara penggunaan relational operator, buatlah contoh seperti petunjuk berikut. Tambahkan operator.htm sehingga menjadi seperti gambar di bawah: Komponen Nama Variabel TextField kiri operand1 TextField kanan operand2 Operator Op Action hasilRelational.php Buat file operator.php seperti ini : 17 <? $perhitungan = $operand1.$op.$operand2; $hasil = eval($perhitungan); echo(“Hasil Perhitungan : “); echo(“<b>”); echo($hasil); echo(“</b>”); ?> C. Logical operator Logical Operator digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical operator adalah boolean. Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan Operand kiri Operator Nama Operand kanan Hasil TRUE && And TRUE TRUE TRUE && And FALSE FALSE FALSE && And TRUE FALSE FALSE && And FALSE FALSE TRUE || Or TRUE TRUE TRUE || Or FALSE TRUE FALSE || Or TRUE TRUE FALSE || Or FALSE FALSE TRUE Xor Exclusive Or TRUE FALSE TRUE Xor Exclusive Or FALSE TRUE FALSE Xor Exclusive Or TRUE TRUE FALSE Xor Exclusive Or FALSE FALSE ! Not TRUE FALSE ! Not FALSE TRUE Untuk melihat pemakaian logical operator, ikuti petunjuk di bawah ini. File operator.php masih sama seperti di atas. File operator.htm menjadi seperti di bawah ini : 18 D. Assignment Operator Assignment operator digunakan untuk memberi/mengisi nilai ke dalam variabel tertentu. Contoh sederhana : $nama = “endy”; Pada contoh di atas, operator “=” digunakan untuk mengisi nilai “endy” ke dalam variabel nama. Selain operator “=”, ada beberapa assignment operator yang lainnya, seperti dapat dilihat pada penjelasan berikut : Operator += Penjelasan : Menambahkan nilai pada variabel Contoh : $a += 3; sama dengan $a = $a + 3; Operator -= Penjelasan : Mengurangi nilai pada variabel Contoh : 19 $a -= 3; sama dengan $a = $a – 3; Operator *= Penjelasan : Mengalikan variabel dengan bilangan tertentu Contoh : $a *= 3; sama dengan $a = $a * 3; Operator /= Penjelasan : Membagi variabel dengan bilangan tertentu Contoh : $a /= 3; sama dengan $a = $a / 3; Operator %= Penjelasan : Mencari sisa hasil bagi variabel dengan bilangan tertentu Contoh : $a %= 3; sama dengan $a = $a % 3; Operator &= Penjelasan : Melakukan operasi logical AND pada variabel Contoh : $a &= TRUE; sama dengan $a = $a & TRUE; 20 Operator |= Penjelasan : Melakukan operasi logical OR pada variabel Contoh : $a |= FALSE; sama dengan $a = $a | FALSE; Operator ^= Penjelasan : Melakukan operasi bitwise xor pada variabel Contoh : $a ^= 3; sama dengan $a = $a ^ 3; Operator .= Penjelasan : Menambahkan String pada variabel Contoh : $a .= “rudi”; sama dengan $a = $a . “rudi”; Operator ++ Penjelasan : Menambahkan nilai satu pada variabel Contoh : $a ++ ; sama dengan $a = $a + 1; Operator – Penjelasan : Mengurangi nilai satu pada variabel Contoh : 21 $a — ; sama dengan $a = $a – 1; E. Operator lain-lain Operator penggabung String Pada PHP, string digabungkan dengan operator . (titik). Contoh penggunaan : $string1 = “Hello”; $string2 = “World”; echo($string1.” “.$string2); akan menampilkan : Hello World Operator percabangan Percabangan pada umumnya dilakukan dengan struktur if-else, seperti pada contoh berikut: if($user == “endy”){ echo(“Welcome Endy”); }else{ echo(“Wrong username”); } Hal yang sama dapat dilakukan dengan cara : echo($user == endy ? “Welcome Endy” : “Wrong username”); Perhatikan tanda ? dan : PHP memeriksa apakah pernyataan di sebelah kiri “?” benar atau salah. Apabila benar, pernyataan di sebelah kiri tanda “:” dieksekusi. Bila salah, pernyataan di sebelah kanan “:” dieksekusi. Lebih jelas tentang percabangan dapat dipelajari dalam bagian Control Flow. Operator Error Suppression PHP menampilkan pesan error apabila built-in function (function yang disediakan PHP) mengalami error. Misalnya tidak bisa membuka file, tidak bisa mengakses database, dan lainnya. Pada saat pembuatan aplikasi, pesan error ini sangat membantu dalam menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan pemrograman. Tetapi, pada saat aplikasi selesai dibuat dan digunakan secara umum, pesan error ini akan mengganggu pengguna. Untuk mematikan pesan error tersebut, kita menggunakan operator @. 22 Contoh penggunaan : @chdir(“temp”); Pada kondisi normal, function chdir akan menimbulkan pesan error apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses. Dengan menggunakan operator @, PHP akan “diam saja” apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses.
September 15, 2007 Posted by mursalinstm | Web site | 1 Comment
Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat datang diweb ini, ini merupakan web pribadi diharap bisa bermanfaat bagi kita semua terutama dalam bidang pendidikan di sekolah Khususnya di SMK pada program bidang studi tek Elka dan T Informatika
by salin
Get every new post delivered to your Inbox.